Zen Diary

Seputar Obrolan Ringan, Pengalaman Hidup dan Mutiara Ilmu

Profil Seorang Akhwat Sejati

Posted by zensudarno pada Juli 3, 2007

Berikut ini sekedar sharing pengetahuan saya sampai hari ini seputar Profil Seorang Akhwat Sejati . Mohon dikoreksi/ dikomentari jika ada yang salah atau keliru.

————————————————————————————————————————————-

Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…

Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya….

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya…..

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya…

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan anak2nya yang sebenarnya tidak rewel, pintar mengatur cash flow finansial keluarga, mengerti bagaimana berpenampilan menarik di hadapan suami dan selalu merasa cukup (qonaah) dengan segala pemberian dari sang suami di saat lapang maupun di saat sempit.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang cantik, tetapi dari bagaimana ia bermurah senyum dan sejuk jika dilihat di hadapan suaminya dengan sepenuh hati tanpa dibuat2/dipaksakan.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang mencoba berta’aruf kepadanya, tetapi dari komitmennya untuk mengatakan bahwa sesungguhnya “Tidak ada kata “CINTA sebelum menikah.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari gelar sabuk hitam dalam olahraga beladirinya, tetapi dari sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan…

 

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar banyaknya ia menghafal Al-Quran, tetapi dari pemahaman ia atas apa yang ia baca/hafal untuk kemudian ia amalkan dalam kehidupan sehari2.

….setelah itu, Si Murid kembali bertanya…

“Adakah Akhwat yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ya Ustadz ?”

Sang Ustadz kembali tersenyum dan berkata: “Akhwat seperti itu ada, tapi langka.

Sekalipun ada, biasanya ia memiliki karakter khas antara lain; Sangat mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun, tidak lepas dari dunia da’wah (minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya), hidup berjamaah tapi tidak dikenal ‘ashobiyah, tidak ingin dikenal-kecuali diminta/didesak oleh jama’ah (masyarakat), dari keturunan orang2 yang shalih/shalihat, berasal dari lingkungan yang sangat terpelihara, punya amalan ibadah harian, mingguan dan bulanan di atas rata2 orang kebanyakan, hidupnya sederhana namun tetap menarik dan bermanfaat buat orang lain, dikenal sebagai tetangga yang baik hati, sangat berbakti terhadap orang tua, sangat hormat kepada yang lebih tua dan sangat sayang terhadap yang lebih muda, sangat disiplin dengan sholat fardunya, rajin shaum sunnah dan qiyamullail & atau bisa jadi amalan ibadah terbaiknya disembunyikan dari mata orang2 yang mengenalnya, rajin memperbaiki istighfarnya (taubatan nashuha), rajin mendoakan saudara2nya terutama yang sedang dalam keadaan kesulitan atau sedang terdzolimi secara terang2an/tersembunyi, rajin bersilaturahim, rajin menuntut ilmu-mengaji- (terutama yang syar’i)/minimal rajin hadir di majlis ilmu dan mendengarkannya, senantiasa menambah/memperbaiki ilmunya dan menyampaikan semua ilmu yang ia ketahui setelah terlebih dahulu ia mengamalkannya, rajin membaca/menghafal alqur’an atau hadits dan buku2 yang bermanfaat, pintar/kuat hafalannya, sangat selektif soal makanan/minuman yang ia konsumsi, sangat perhatian terhadap kebersihan dan sangat disiplin sekali soal thaharah, sangat terjaga dari soal2 ikhtilat apalagi berkhalwat, jauh dari gosip-menggosip, lisan dan semua perbuatannya senantiasa terjaga dari hal2 yang sia2, zuhud, istiqomah, tegar, tidak takut/bersedih hati hingga berlarut2 melainkan sebentar (wajar), pandai menghibur dan pandai menutupi aib/kekurangan dirinya dan orang2 yang ia kenal, mudah memaafkan kesalahan/kekeliruan orang lain tanpa diminta dan tanpa dendam, ringan tangan untuk membantu sesama, mudah berinfak (bershadaqah), ikhlas, jauh dari riya, ujub, muhabahat, takabur dan tidak emosional, cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif (tidak mudah tersinggung), selalu berbuat ihsan dan muraqobatullah (selalu merasa dekat dan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT baik di saat ramai maupun di saat sendirian), selalu berhusnudzon kepada setiap orang, benar2 berkarakter jujur (shiddiiq), amanah dan selalu menyampaikan yang haq dengan caranya yang terbaik (tabligh), pantang mengeluh/berkeluh kesah, sangat dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan, mandiri, selalu optimis, terlihat selalu gembira dan menentramkan, hari2nya tidak lepas dari perhitungan (muhasabah) bahwa hari ini selalu ia usahakan lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, dan senantiasa pandai bersyukur atas segala ni’mat (takdir baik) serta senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan (takdir buruk) dalam segala keadaan. Kapan pun dan di manapun..

Si Murid rupa2nya masih penasaran, dan bertanya kembali kepada Sang Ustadz. “Ya Ustadz, adakah cara yang paling mudah untuk mendapatkannya? atau minimal bisa mendapatkan seorang Akhwat yang mendekati profil Akhwat Sejati??

Sang Ustadz pun dengan bijak segera menjawabnya: “Ada, jika antum ingin mendapatkan Akhwat Sejati nan benar2 Shalihat sebagai teman hidup maka SHALIHKAN DAHULU DIRI ANTUM…!! karena InsyaAllah Akhwat yang shalihat adalah pada dasarnya juga untuk Ikhwan yang shaalih…

Amiin, Wallahu a’lam bishawab.

7 Tanggapan to “Profil Seorang Akhwat Sejati”

  1. Ririen said

    Waduh…waduh….amat sangat berat menjadi akhwat sejati karena saya yakin sangat jarang ada wanita dengan karakter seabreg kayak gitu tapi yg baik-baik semua. Adanya mah, seabreg yang jelek. Yah, walau sangat berat, yang penting juga gimana usaha kita2 para akhwat untuk menjadi sejati seperti karakter yang disebutkan Pak Zen.
    Bisa jadi suatu acuan yang amat bermanfaat bagi kita. boleh dicopy yaaaaa…, pokoke kudu entuk, hehehehe…….. ^_^

  2. fifi said

    Assalamu’alaikum,,,,,
    Banyak bgT artikelnya,,,,,,meskipun membacanya nggak terlalu sempurna,,,tp insyaAlloh intinya dapetlah,
    bagus artikelnya,,,,,tapi klo misalnya itu diperingkas tanpa mengurangi ‘makna’-nya kayaknya lebih kena!… hehehe,,,

    0K akh,,,keep fighter n’ iStiq0maH!!!
    Wassalamu’alaikum,,,,

  3. rita alif said

    Assalamu’allaikum:)…
    Mengenai artikel “Profil Seorang Akhwat sejati” Mm…pada dasarnya memang HARUS dimiliki oleh sebagian besar seorang akhwat. Dan itu pun meski dilalui dengan berbagai tahapan-tahapan yang ada,barulah ia memiliki suatu keistimewaan.Tak dapat dipungkiri lagi bahwa sesungguhnya seorang manusia itu masih memiliki banyak kekurangan,Dn itu juga dimiliki oleh sebagian akhwat. Menurut ana, boleh juga jika sebagian seorang akhwat dapat merubah kepribadiannya sehingga ia dapat dikatakan sempurna dan dapat menjadikannya suatu modal untuk menjadi seorang bidadari di dunia dan di akhirat pada khususnya…:)

    untuk ust zen…Jazakillah atas artikelnya semoga bermanfaat bagi kita semua(khususnya para akhwat).

    Wassalamu’allaikum…

  4. zensudarno said

    Wa’alaikumussalam wr wb. Baarakallahu fiikum, waiyyaakum. Semoga bermanfaat dan terimakasih yaa…atas opini/komentarnya.

  5. oryzativa said

    Assalamu’alaikum…
    Subhanalloh, menjadi akhwat sejati niscaya akan membuat iri, namun bagaimanakah kita menyikapi serta berorientasi menuju keshalihah itulah yang harus dicermati,bertahap tp pasti, mulai dari diri sendiri, walaupun hanya langkah kecil saja, insya alloh akan ada pahala disisi illahi Robbi, jazakumulloh khoiron katsiron, barokalloh fikum

    • zensudarno said

      Wa ‘alaikumussalam WW. Allaahummaj’alnaa min Ahil Khoiir, wa Ahyiinaa fii Ahlil Khoiir, wahsyurnaa ma’a Ahlil Khoiir. Yaa Ar hamarroohimiin.. Irhamnaa. Amiin

  6. […] Original Source: https://zensudarno.wordpress.com/2007/07/03/profil-seorang-akhwat-sejati-2/ […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: