Zen Diary

Seputar Obrolan Ringan, Pengalaman Hidup dan Mutiara Ilmu

4 Kejadian dalam Sehari..

Posted by zensudarno pada Juli 3, 2007

Ahad, 01 Juli 2007

1. Setelah sekitar sebulan sebelumnya, kami di beritahukan oleh pemilik kost untuk diminta pindah kost paling telat tanggal 01 Juli 2007 ini karena Sang Pemilik Kost sedang membutuhkan uang dalam jumlah banyak (segera) maka direncanakan Kost akan ditempati seluruhnya oleh Penghuni Akhwat yang sebelumnya telah sepakat bahwa sejumlah 13 kamar di lantai 1 dan lantai 2 bisa diisi penuh atau minimal sejumlah uang kontrak yang disyaratkan oleh pemilik Kost terbayarkan. Kira2 demikian ceritanya, dan ternyata buat saya untuk mendapatkan sebuah Kost2an baru sesuai dengan harapan sampai hari H tersebut belum juga terealisasi. Entah karena kesibukan atau kriteria kost saya yang agak sulit tapi yang penting, bagi saya kost baru saya nanti (terutama ruangan saya); gak bocor, aman, sehat untuk ukuran kebersihan kamar mandi/kamar kecil, harga sewa relatif murah dan aksesnya mudah dijangkau dengan kendaraan mobil. Bukan apa2 soalnya memang barang2 pribadi saya terutama buku2 koleksi saya baanyak banget! melebihi kapasitas barang bawaan pada umumnya. So, maksudnya biar gampang dan gak usah repot2 bawa barang dari mobil pengangkut ke lokasi kost baru nanti nggak jauh2 amat. Singkat cerita, kost yang baru juga belum kunjung dapat di hari H karena kesibukan saya dan barang2 saya juga belum sempat dikemas sedemikian rupa. Wal hal, teman2 sudah hampir semua pindah ke tempat baru dan terlihat santai. Anehnya, saya tenang2 saja dan saya berfikir pokoknya beres..semalam juga kelar. Dan ternyata dugaan saya meleset!, malam tanggal 01 Juli 2007 saya malah maasyaAllah ketiduran!…Tapi pagi2 setelah bangun dan sholat Shubuh berjama’ah di musholla, saya langsung mulai berkemas2 secepat dan serapih mungkin. Alhamdulillah kemarin saya sempat beli kardus jarum super ukuran jumbo 7 buah dan 1 buah kardus bekas monitor Komputer 15 inc yang dikasih dari teman. Sehingga total kardus wadah barang bawaan saya berjumlah 8 buah, ditambah 4 box plastik bekas packaging udang kualitas ekspor, 1 kerangkeng besi bekas kandang kelinci Australia, 2 buah kardus Indomie, 4 tas besar, 1 tas ransel, 1 tas kantor, 1 galon kosong dll. Pokoknya ribet!, tapi Alhamdulillah 1 jam sebelum adzan dzuhur berkumandang semua tercover dengan cepat dan sangat rapih…sampai dalam hati saya bergumam: “kok. bisa secepat itu yah?!..heee

Setelah itu, saya bilang ke anak pemilik kost. Aa…saya pindah ntar malem yah….!!:) kira2 ba’da sholat isya sekitar jam Setengah 8. “Ya, ya, ya…kata beliau.

2. Sekitar Menjelang Dzuhur saat beres2 kamar di indekost, saya menemukan 2 buah ember dan beberapa peralatan yang tersesat di sela2 my property. Karena saya tidak menginginkan ada beban pekerjaan yang tertunda, saat itu pula ana jalan ke rumah teman untuk segera mengembalikannya. Di tengah perjalanan, ada Ibu2 tinggi berjilbab tengah berjalan dengan 1 orang anaknya di depan dan secara kebetulan berpapasan dengan saya. Eh, tiba2 Ibu2 tersebut bilang: “Wah..cakep2 kok bawa ember.!!%$!#@#&&*%&><……..

 

3. Sepulangnya sholat dzuhur dari Musholla, terlihat 2 orang akhwat rupanya sedang membeli Mie Bakso di pinggir jalan. Eh!, dasar baru pertama kali ini liat ada mereka atau mungkin saking terkesimanya saya🙂, saya meleng! (bahasa jawa:’ndlenger)…dan ternyata ada saja bentuk peringatan Allah SWT untuk menegur saya. Tiba2, Sreett..!!Innalillahi wa inna ilahi rooji’uun…Hampir saja saya terpeleset dan jatuh akibat jalan terlalu licin dan kaki sedikit tersandung batu!! #?$^^^&123%^##!!

 

4. Menjelang sore, jika rencana awal untuk pindah kost belum kesampaian maka saya harus bergerak ke rencana B yaitu saya akan menitipkan semua barang2 saya ke salah seorang teman di dekat kantor, sebab sehari yang lalu beliau memang telah menawarkan tempat. Rencana C sebagian barang saya taruh dikantor dan sebagian lainnya saya titipkan ke teman saya tersebut. Rencana D, mm…apa masih bisa yah?!..udahsejak asar hingga menjelang maghrib hujan, apa masih ada kost dekat kostan lama yang memenuhi kriteria saya apa nggak yah?. Tiba2 dalam hati tergerak niat, “Sudah…kalau udah mandi, siap2 sholat maghrib di Musholla, terus makan karena pasti udah lapar dan setelah itu coba main ke kostan teman lama di seberang sana. Dan pada saat itu cuma ada waktu 10 menit. Saya jalan sekitar 5 menit dan Alhamdulillah sampai juga dan kebetulan temen lama saya lagi ada di kostan. Kebetulan juga dia adalah penanggungjawab kost yang dipercaya penuh oleh pemilik untuk mengurus perizinan masuk dan keluar kost bagi seluruh penghuni dan segala peraturannya.

“Assalamu’alaikum!…., Wa’alaikumussalam wr wb. Eh, Pak Zainuddin….Tafadhal, Silakan masuk Pak..(Terlihat anak2 kost di dalam lagi menonton berita di tv dan sebagian lagi makan malam). Bla-bla-bla….saya langsung to the point; mengingat 5 menit lagi waktu Isya sudah masuk. Dan Alhamdulillah saya diperkenankan Kost di tempat kostan beliau dan boleh langsung mabit (bermalam) dan bawa barang2nya sekalian. “Tapi kamarnya masih kotor belum dibersihkan Pak!, kata beliau. “Udah, gak masalah biar nanti saya bersihin sendiri. “Tempat tidurnya juga belum siap nih, beliau menambahkan. “Nggak apa2, saya tidur di karpet atau kursi pun jadi. Yang penting bisa tidur dan nggak kebocoran aja. Hee…

Kejadian itu berlangsung begitu cepatnya, hanya persis 5 menit dan saya jabat tangannya sembari bilang “Matur Nuwun Pak…(Terima Kasih, Pak), Jazakallah.., bla-bla-bla. Dan Sepanjang jalan menuju ke Musholla yang paling dekat dari rumah kost tersebut. Tak henti-hentinya saya berucap Alhamdulillah dan teringat sebait ayat dari QS. Arrahman yang senantiasa diulang2; “Fabi ayyi aalaa irobbikumaa tukadz dzibaan?-Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan??…..

Ba’da Sholat Isya, saya langsung pulang ke kostan lama dan persis jam setengah 8 malam saya sms temen saya yang sudah berjanji mau bantuin angkat barang2 milik saya. Alhamdulillah, beberapa saat kemudian setibanya saya di kost lama beliau pun datang. Dan oleh anak pemilik Kost yang sekaligus penanggung jawab rumah kost lama, beliau dan istrinya malah mempersilakan/mengizinkan saya kalau untuk sementara waktu boleh menitipkan barang2 saya yang super banyak tersebut untuk ditaruh di gudang penyimpanan. Alhamdulillah 1 jam kemudian, acara angkat2 barang saya dari lantai 2 ke lantai 1 kost lama dan dari lantai 1 ke gudang selesai juga. Alhamdulillah Si Aa juga ikut bantuin dan tidak tanggung2 gerobak beroda kempis milik beliau digunakan untuk memindahkan semua barang2 saya kecuali beberapa tas dari rumah kost ke dalam gudang penyimpanan barang yang hanya berjarak sekitar 20 m. Alhamdulillah itu sudah cukup lumayan untuk menghemat energi. Sebab, kalau berat barang per kardus/box adalah sekitar 40 kg maka dikalikan dengan 12 buah saja sudah berkisar 500 kg!. Sebuah nilai berat dari suatu barang bawaan berupa catatan2/materi kuliah, majalah, koran, buletin, kitab2/buku2 koleksi saya dll yang cukup fantastis!!–walaupun belum semua sempat saya baca satu per satu. Dan ternyata Alhamdulillah bantuan mereka tidak hanya sebatas itu.. dengan sikap masih tetap bersemangat mereka masih mau mengantarakan saya dengan membawa beberapa tas milik saya ke kostan saya yang baru. Sekali lagi, saya ucapkan “Hatur Nuhun sanget (loh?), “Hatur Nuhun Pisan A..(A’ Iwan) “Jazakallahu Khoiir..bla-bla-bla” termasuk ke teman saya (Akh Tauvan) yang sudah berkenan memenuhi janjinya buat membantu saya–sekalipun besoknya kata beliau ada Ujian. Selanjutnya, mereka pun pamit pulang.

“Assalamu’alaikum………………..”Wa’alaikumussalaam wr wb…

…^^^uhhh…cape dehh………^-^🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: