Zen Diary

Seputar Obrolan Ringan, Pengalaman Hidup dan Mutiara Ilmu

Arsip untuk ‘Ilmu Pengetahuan Umum’ Kategori

PADANAN NAMA TANAH menurut Sistem Klasifikasi Tanah (disederhanakan)

Ditulis oleh zensudarno di/pada Desember 12, 2007

Sistem Dudol Soepraptohardjo (1957-1961)

Modifikasi 1978/1982 (PPT)

FAO/UENE SCO (1974)

USDA Soil Taxonomy (1975-1990)

Tanah Aluvail

Tanah aluvial

Fluvisol

-Entisol

-Inceptisol

Andosol

Andosol

Andosol

Andisol

Bwon Forest Soil

Kambisol

CAmbisol

Inceptisol

Grumusol

Grumusol

Vertisol

Vertisol

Latosol

-Kambisol

-Latosol

-Lateritik

-Cambisol

-Nitosol

-Ferralsol

-Inceptisol

-Ultisol

-Oxisol

Litosol

Litosol

Litosol

Entisol (Lithic Subgrup)

Mediteran

Mediteran

Luvisol

Alfisol/inceptisol

Organosol

Organosol

Histosol

Histosol

Podsol

Podsol

Podsol

Spodosol

Podsolik Merah Kuning

Podsolik

Acrisol

Ultisol

Podsolik Coklat

Kambisol

Cambisol

Inceptisol

Podsolik Coklat Kelabu

Podsolik

Acrisol

Ultisol

Regosol

Regosol

Regosol

Entisol/inceptisol

Renzina

Renzina

Renzina

Rendoll

-

Ranker

Ranker

-

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan Umum | 2 Komentar »

Hakikat Penggunaan Istilah “SALAFIYAH atau Ahlussunnah Wal Jama’ah..?”

Ditulis oleh zensudarno di/pada November 30, 2007

Lahirnya istilah Salafiyah sebenarnya merupakan sebuah tuntutan keadaan dari munculnya berbagai firqah atau kelompok baru dalam tubuh umat Islam. Jadi pada dasarnya sebutan salafiyah, ahlussunnah wal jamaah dan yang semisal itu tidak akan ada kalau saja dalam tubuh umat Islam tidak muncul berbagai aliran dan kelompok yang menyimpang dari jalan Nabi dan para shahabat.

Disebabkan umat Islam terpecah, maka istilah Salafiyah/ahlusssunnah tersebut keberadaannya justru menjadi sebuah keharusan, sebab tanpa dimunculkannya nama ini, kaum muslimin tidak dapat membedakan mana kelompok yang paling sesuai dengan jalan para pendahulunya: Nabi, shahabat dan tabi’in. Banyak dalil shahih yang menunjukkan bahwa ummat Islam ini akan terpecah belah dan mengalami banyak perselisihan seperti disebutkan dalam hadits iftiraq atau hadits Al-Irbadh bin Sariyah.

Dan fakta juga membuktikan bahwa apa yang disabdakan oleh Rasulullah tersebut benar-benar terjadi. Belum selesai masa Khulafa’ ur Rasyidin umat Islam sudah mulai berpecah belah dan bahkan hingga saling bunuh, yakni dengan munculnya firqah khawarij. Dan seterusnya muncul berbagai kelompok aliran seperti syi’ah, murji’ah, qadariyah, jabbariyah, shufiyah dan lain-lain. Maka dalam kondisi demikian ahlussunnah atau salafiyah menjadi sesuatu yang mau tidak mau pasti ada atau tidak bisa tidak.

Mungkin akan timbul pertanyaan, “Bukankah dengan memunculkan nama salafiyah, ahlussunnah justru akan menambah perpecahan dan memperparah keadaan?” Mengapa kita tidak mengembalikannya sebagaimana pada masa Nabi dan shahabat yaitu Islam atau Muslimin?

Untuk menjawab pertanyaan ini maka kita harus mendudukkan beberapa masalah, yaitu:

Pertama; Sebutan Islam atau muslim secara mutlak itu berlaku ketika kaum muslimin dalam keadaan bersatu, sebagaimana yang terjadi pada masa Nabi dan generasi terbaik setelah beliau.

Ke Dua; Ajaran salafiyah atau ahlussunnah itu adalah ajaran kaum muslimin atau Islam sebelum mereka berpecah. Dan dalam keadaan umat terpecah, terbukti ahlussunnah tetap komitmen dengan para pendahulunya. Jadi esensi ajaran mereka sama sekali tidak berubah atau menyelisihi apa yang dipegang oleh Rasulullah dan para shahabat.

Ke Tiga; Apabila ahlussunnah hanya menggunakan nama Islam secara mutlak, maka tidak ada yang dapat dibedakan antara mereka dengan kelompok-kelompok lainnya yang menyimpang dari al-haq, sebab mereka yang menyimpang dari manhaj nabawi pun mengatasnamakan Islam.

Ke Empat; Penyebutan salafiyah atau ahlusssunnah ini justru untuk mempertahankan identitas dan memberikan tekanan bahwa mereka adalah kaum muslimin yang benar-benar konsisten dengan jalan Islam yang ditempuh Nabi dan para shahabat.

Ke Lima; Salafiyah atau ahlussunnah tidak berintima’ atau dinisbatkan kepada seseorang, tetapi berintima’ kepada Nabi dan para shahabat. Salafiyah atau ahlussunnah bukan kelompoknya Imam Ahmad, Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, Imam Ibnul Qayyim, bukan pula kelompoknya Syaikh Bin Baz, Syaikh Nashiruddin al-Albani, Syaikh Utsaimin.

Karena itu tidak pernah ada yang namanya amir salafiyah, musyrif ‘aam atau sekjen salafiyah. Ini menunjukkan bahwa salafiyah bukanlah firqah yang ta’ashub kepada seseorang, sebagaimana terjadi pada aliran-aliran sesat atau thariqah shufiyah dan selainnya. Mereka menjadikan syaikh mereka sebagai figur sentral dan berta’ashub buta kepada masyayikhnya. Sementara ahlussunnah mengikuti masyayikh dan para ulama semata-mata karena kesesuaian dan komitmen mereka kepada sunnah Nabi.

Ke Enam; Penggunaan istilah ahlussunnah wal jama’ah, al jama’ah, salafiyah, ahlul hadits dan semisalnya adalah sah-sah saja. Sebab itu tidak menghilangkan eksistensi dan identitas keislaman, bahkan memperjelas identitas pada masa perpecahan. Dalil yang paling jelas adalah hadits Nabi, yang merangkan tentang iftiraq (perpecahan ummat).

Nabi bersabda, “Umat yahudi telah terpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, umat nashrani telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Seluruh golongan itu masuk neraka kecuali hanya satu kelompok saja. Para shahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Mereka adalah al-Jama’ah” (HR. Abu Dawud, ad-Darimi, Ahmad, al-Hakim, berkata al-Hakim “Sanad-sanadnya dapat menjadi pegangan untuk menshahihkan hadits ini,” disetu-jui oleh adz-Dzahabi. Al Hafidz berkata, “Sanadnya hasan, Syaikul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Ini adalah hadist shahih masyhur”. Dishahihkan oleh asy-Syathibi dalam al-I’tisham, dan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah, no 204).

Perhatikan jawaban Nabi ketika para shahabat bertanya, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah? Yaitu siapakah satu golongan yang akan selamat itu. Maka beliau menjawab, “Mereka adalah al-Jama’ah”. Rasulullah tidak mengatakan bahwa mereka adalah al Islam atau Muslimin.

Apakah kita berpikiran bahwa Nabi akan mengganti agama Islam pada saat terjadi perpecahan dengan nama baru yaitu al-Jama’ah? Tidak sama sekali, sebab al Jama’ah yang dimaksudkan Nabi ini tidak lain juga Islam yang beliau praktekkan bersama para shahabat. Dalil yang menunjukkan hal itu adalah sabda beliau dalam riwayat lain ketika para shahabat bertanya dengan pertanyaan serupa, beliau menjawab, “Man kaana ‘ala mitsli maa ana ‘alaihil yauma wa ash-habii.” Yaitu siapa saja yang seperti aku dan para shahabatku saat ini.”

Kalau kita menggunakan nama Islam dalam menyifati satu golongan yang selamat ini, maka jelas tidak akan nyambung. Bagaimanakah kita akan memahami kalimat berikut ini, “Ummat Islam akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan semuanya di neraka, kecuali hanya satu golongan saja yang selamat, yaitu Islam.” Dalam kalimat ini tidak ada yang spesifik, sehingga membutuhkan penekanan bahwa di antara mereka yang menisbatkan diri dalam Islam yang selamat adalah yang Islamnya sesuai dengan Islamnya Nabi dan para shahabat atau jama’ah (kelompok) mereka, yakni Islam ahlussunnah wal jama’ah, salafiyah, ahlul hadist, ahlul atsar dan semisalnya.

Kasus ini mirip dengan yang terjadi pada masa Imam Ahmad bin Hanbal, yakni ketika ada seseorang bertanya kepada beliau, “Apakah tidak cukup kita mengatakan bahwa al-Qur’an kalamullah, tanpa tambahan bukan makhluk? Maka beliau menjawab, “Kalimat itu (Al-Qur’an kalamullah) tidak ada masalah jika diucapkan pada masa shahabat, tetapi untuk saat ini maka harus ditambah dengan kalimat “bukan makhluk” karena kondisinya berbeda.” Ucapan beliau ini sangat beralasan, karena pada saat itu menyebar di kalangan kaum muslimin paham mu’tazilah yang berpendapat bahwa al-Qur’an adalah makhluk. Bahkan paham ini menjadi madzhab resmi pemerintahan kala itu.

Karena perlunya spesifikasi inilah, seorang pemimpin partai politik di Indonesia menambahkan kata “perjuangan” *) pada nama partai yang dia pimpin. Sebabnya adalah karena ada pihak lain yang mengklaim punya partai dengan identitas yang sama. Nah untuk membedakan antara partainya dengan partai lain yang serupa, serta untuk memperjelas identitas bahwa visinya adalah visi yang semula ketika partai belum pecah, maka dia menambahkan kata perjuangan tersebut. Padahal partai tersebut hanya terpecah menjadi dua kubu saja, lalu bagaimana dengan ummat Islam yang oleh Rasulullah sudah dipastikan akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan?

Maka sangat beralasan dan bahkan merupakan keharusan jika kita menambahkan kalimat ahlussunnah (sunni), salafi pada identitas keislaman kita, pada saat kondisi kaum muslimin sedang terpecah belah. Jadi kesimpulan-nya tidak ada yang perlu dikhawatirkan atau ditakutkan dengan sebutan salafiyah, ahlussunnah atau al jama’ah. (Kholif Muttaqin)

*) Ini hanya sebagai misal dalam hal perpecahan.

Sumber: http://www.alsofwah.or.id

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan Umum | Leave a Comment »

Antara TOEFL dan IELTS

Ditulis oleh zensudarno di/pada November 2, 2007

   

Bagi mereka yang sedang belajar bahasa Inggris untuk persiapan belajar ke luar negeri, kata TOEFL dan IELTS hampir selalu terngiang di telinga. Tuntutan agar TOEFL atau IELTS mencapai angka tertentu, selalu menjadi pendorong bagi peserta kursus untuk segera mengejarnya. Pertanyaannya kemudian, adakah jaminan bahwa angka tertentu yang terkandung dalam TOEFL dan IELTS benar-benar mencerminkan kemampuan bahasa Inggris seseorang? Apa pula beda antara TOEFL dan IELTS?

TOEFL atau Test Of English as a Foreign Language. Tes ini dibuat oleh sebuah lembaga pendidikan, Educational Testing Service (ETS) di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat.

TOEFL dimaksudkan sebagai alat ukur atau evaluasi atas kemampuan berbahasa Inggris seseorang. TOEFL sendiri ada tiga jenis, yaitu TOEFL International, TOEFL ITP (Institutional Testing Program), dan TOEFL Prediction. TOEFL Internasional sering juga disebut sebagai computer-based TOEFL (CBT) karena bentuk tesnya menggunakan komputer. TOEFL ITP berupa tes tertulis, dan sering disebut paper-based TOEFL (PBT). Sedangkan TOEFL Prediction merupakan bentuk tes yang mirip TOEFL, tetapi tidak dikeluarkan/diprakarsai ETS.

Kini, CBT sudah banyak digunakan sejumlah lembaga pendidikan dan kantor untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris calon mahasiswa atau karyawan. Seperti tes lainnya, CBT mengandung empat unsur, yaitu menyimak (listening), berbicara (speaking) yang kadang diganti dengan gramatika (structure), membaca (reading), dan menulis (writing).

Listening dimaksudkan untuk mengukur kemampuan mendengar dan menyimak bahasa Inggris, structure untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris dengan gramatika baku, reading untuk mengukur kemampuan memahami bacaan, dan writing sebagai sarana untuk mengukur kemampuan mengungkap gagasan dalam tulisan berbahasa Inggris.

IELTS saingan TOEFL?

Selain TOEFL, kita juga sering mendengar kata IELTS. IELTS merupakan singkatan dari The International English Language Testing System. Kalau TOEFL merupakan tes berdasar Educational Testing Service (ETS) di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, IELTS dibuat oleh Inggris dan Australia. Boleh dikata, IELTS sebenarnya untuk negara-negara tujuan berbahasa Inggris seperti negeri Inggris dan commonwealth (persemakmuran).

“Meski demikian, bukan berarti TOEFL hanya untuk Amerika, sedangkan IELTS untuk Inggris dan negara persemakmuran. Kini, baik TOEFL dan IELTS sudah bisa diterima di mana pun. Yang membedakan hanyalah angka skor,” ujar Mariam Kartikatresni, Manajer Bisnis The British Institute.

Dikemukakan, skor IELTS berkisar 0-9. Sedangkan skor TOEFL bisa mencapai ratusan. Bagi mereka yang akan belajar ke luar negeri, amat diharapkan nilai TOEFL lebih dari 500. Angka 400-450 sering dianggap limited users, yaitu seseorang bisa berkomunikasi secara singkat dengan disertai kesalahan.

Angka 450-500 sering disebut marginal user, si pemakai mampu melakukan percakapan dasar dan dalam situasi yang tidak mendesak. Angka 501-525 disebut modest users, pemakai mampu berkomunikasi dan jarang melakukan kesalahan. Angka 526-550 disebut competent users, pemakai dapat berkomunikasi dalam berbagai situasi. Dan yang paling tinggi 550 ke atas yang disebut good user, dan pemakai sudah mampu berkomunikasi dalam berbagai situasi.

Mana yang akan dipilih, TOEFL atau IELTS, silakan pilih sendiri, mana yang lebih disukai.

“Tetapi, yang jelas angka-angka yang tertera baik dalam TOEFL maupun IELTS itu akan selalu berubah, sesuai perkembangan dan tuntutan zaman,” tutur Mariam. (ton)

sumber: http://www.kompas.com

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan Umum | Leave a Comment »

Beda CV dan Resume

Ditulis oleh zensudarno di/pada Juli 21, 2007

TUJUAN PEMBUATAN

Istilah Resume pada awalnya mengemuka dan populer di Amerika. Resume, umumnya digunakan sebagai sarana untuk melamar pekerjaan di bidang bisnis komersial. Sedangkan CV lebih banyak digunakan untuk mencari peluang di bidang pendidikan, penelitian atau permohonan bea siswa. Adapun di banyak negara Eropa, CV lebih umum digunakan untuk keperluan melamar pekerjaan ataupun mencari peluang di bidang akademis.

ISI

Perbedaan lain yang mendasar antara CV dan Resume terletak pada isinya. CV umumnya lebih panjang, dua halaman atau lebih dan berisi data-data yang lebih rinci daripada Resume. Di dalam CV biasanya juga dicantumkan data-data pribadi seperti usia, kebangsaan, tinggi dan berat badan, status pernikahan dan kadang juga hobi serta latar belakang pendidikan akademis secara mendetail termasuk mencakup daftar penelitian, daftar publikasi tulisan, penghargaan dan lain-lain. Sedangkan Resume biasanya hanya terdiri dari satu atau maksimal dua halaman yang berisi ringkasan pengalaman, ketrampilan dan pendidikan. Karena tujuan pembuatan Resume adalah untuk melamar pekerjaan, maka biasanya isinya berfokus pada pengalaman kerja atau prestasi di tempat kerja terdahulu serta ketrampilan dan latar belakang pendidikan yang menunjang posisi yang dilamar.

Berdasarkan cara penulisannya dikenal ada dua jenis Resume, yaitu Resume yang kronologis dan Resume yang fungsional. Resume kronologis berisi tentang perjalanan karir si pelamar kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ini adalah jenis Resume yang paling sering digunakan dan memang lebih mudah dipahami. Sedangkan Resume fungsional berfokus pada ketrampilan tertentu. Bagi yang ingin pindah bidang/fungsi kerja, Resume jenis ini cocok untuk digunakan. Maksimalkan dengan berfokus pada ketrampilan yang bisa diterapkan untuk beragam fungsi kerja (transferable skills), seperti misalnya ketrampilan komunikasi, ketrampilan pemecahan masalah, ketrampilan memimpin, dan sebagainya.

(Sumber: karir.com)

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan Umum | Leave a Comment »

Yang Salah Tentang Einstein

Ditulis oleh zensudarno di/pada Juli 3, 2007

Di akhir abad 20, majalah Time menganugerahkan gelar “The Man Of The Century” kepada almarhum Albert Einstein. Albert Einstein adalah penemu relativitas, dan menjadi maskot bergengsi untuk kaum “Mega Brain”. Dan diketahui juga selama ini bahwa beliau mendapatkan hadiah Nobel tersebut atas kerjanya dibidang relativitas. Di sisi lain, anak-anak sekolah mendapat cerita bahwa beliau ini memiliki nilai pelajaran yang cukup buruk pada masa sekolahnya, dan mempercayai bahwa Einstein pernah gagal dalam sekolah. Beberapa pembicara yang terlalu bersemangat juga mengklaim hal ini, tetapi yang menjadi kenyataan adalah, klaim ini salah besar. Sama salah besarnya dengan klaim tentang hadiah Nobel yang diterima.Pertama, Einstein tidak memenangkan Nobel pada tahun 1921 di bidang fisika atas kerjanya pada teori relativitas. Mari kita lihat kembali ke tahun 1905, di mana Einstein mengalami masa gemilangnya di masa hidupnya. Beliau menulis 5 paper, yang dibantu oleh istrinya, Mileva, yang menurut Ensiklopedi Britannica dikatakan “selamanya mengubah cara pandang umat manusia terhadap alam semesta”. Para ilmuwan, sudah cukup bangga dengan membuat 1 dari paper tersebut, tetapi Alber Einstein menerbitkan 5 paper dalam satu tahun!

Salah satu tulisannya, tentu saja, adalah tentang teori relativitas. Tulisan yang lain adalah tentang keberadaan molekul, berdasarkan kenyataan bahwa kita dapat melihat partikel-partikel kecil yang bergerak cepat pada saat kita melihat setetes air melalui mikroskop. Tulisan ketiga adalah tentang cahaya (Photoelectric Efect), yang menyebutkan bahwa tanaman dan solar sel dapat mengubah cahaya ke energi listrik.

Teori relativitas mungkin menjadi daya pikat yang utama dan lebih terkenal di kalangan para ilmuwan dan dunia, tetapi justru tulisannya yang malah tidak begitu banyak didengar, yaitu tentang Photoelectric Efect lah yang memenangkan hadiah Nobel. Jadi satu dongeng yang salah sudah diluruskan.

Kedua, sebenarnya Einstein tidak pernah gagal dalam sekolahnya. Einstein yang lahir pada tanggal 14 Maret 1879 di Ulm, Jerman, pindah bersama keluarganya ke Munich pada umur 7 tahun , dan sekolah di Munich. Pada umur 9 tahun, beliau masuk ke Luitpold-Gumnasium. Dan pada umur 12 tahun, beliau mulai belajar kalkulus, dimana hal ini sangat menonjol karena pada umumnya para siswa mulai belajar kalkulus pada umur 15 tahun. Beliau sangat pandai di bidang ilmu pengetahuan, tetapi karena pada abad 19 an, sistem pendidikan di Jerman sangat keras dan ketat, beliau tidak benar-benar berkembang di bidang non-matematika (Bidang Sejarah, Bahasa, Musik, dan Geografi). Sebenarnya, ibunda beliau lah yang mendorongnya untuk belajar biola, dan beliau cukupt menguasai hal ini.

Pada tahun 1895, beliau ikut test masuk ke Federal Polytechnic School di Zurich. Waktu itu beliau berumur 16 tahun, 2 tahun lebih muda dari para angkatan test masuk. Beliau mendapatkan nilai bagus pada mata pelajaran fisika dan matematika, tetapi gagal dalam test non-sains, sehingga beliau gagal masuk. Sehingga pada tahun yang sama, beliau meneruskan pendidikan di Canton school, di Aargau (atau Aarau), dan setelah belajar dengan baik sekali, akhirnya diterima di Federal Polytechnic School pada tahun berikutnya.

Juga pada tahun 1896, walaupun umurnya baru 16 tahun, beliau menulis sebuah esai yang brilian yang akan mengarahkannya pada penemuan teori relativitas nantinya.

Jadi beliau tidak juga bisa dikatakan gagal dalam sekolah, Lalu darimana cerita kegagalan sekolah beliau ini muncul?

Gampang. Tahun 1896, pada saat Einstein sekolah di Aargau, tepat setelah Einstein meninggalkan sekolahan ini untuk pindah ke Federal Polytechinc School, sistem sekolah tersebut menggunakan sistem penilaian yang terbalik. Rangking “6″, yang sebelumnya disebut sebagai rangking yang paling rendah, sekarang menjadi rangking yang paling tinggi. Sehingga rangking “1″ yang sebelumnya merupakan rangking tertinggi, sekarang menjadi rangking yang terendah. Jadi, semua orang yang melihat rapot Einstein, akan mendapatkan bahwa Einstein memiliki banyak sekali rangking “1″ – di mana pada kebijaksanaan baru sistem sekolah tersebut, merupakan rangking terendah, atau disebut “fail”.

Jadi sebaliknyalah, para anak-anak sekolah tidak seharusnya mengacu pada dongeng yang salah ini untuk bermalas-malasan, melainkan harus tetap belajar dengan keras untuk mencapai rangking tertinggi. -D

Comments

Einstein benar dikremasi? atau masih hidup (bareng elvis)?
Otaknya ditemukan pada tahun 1978, ceritanya di sini http://www.echonyc.com/~steven/einstein.html
“Mbuh benar apa tidak… :-\

 

Ditulis dalam Ilmu Pengetahuan Umum | 2 Komentar »